BTN Luncurkan Plaza KPR

KPR subsidi, BTN

DOK BTN

BTN telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah senilai Rp230,2 triliun untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah.

PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk meluncurkan layanan Plaza KPR dan LKPR Hotline dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-41 kredit pemilikan rumah (KPR) BTN.

Plaza KPR merupakan gerai khusus yang diperuntukkan masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai KPR, mulai syarat dan tata cara mengajukan aplikasi KPR baik secara manual maupun lewat portal www.btnproperti.co.id hingga informasi mengikuti lelang untuk rumah lelang BTN.

Sementara itu, KPR Hotline merupakan menu khusus di BTN contact center yang dibuka untuk memberikan segala informasi mengenai produk KPR baik subsidi maupun nonsubsidi.

“Sebagai wujud peningkatan layanan pelanggan, kami berharap Plaza KPR dan KPR Hotline ini lebih memudahkan nasabah menemukan produk KPR pilihannya,” kata Direktur Utama BTN Maryono di, Jakarta, kemarin.

BTN juga memberikan bunga KPR fixed 1 tahun sebesar 4,1%. Promosi bunga KPR nonsubsidi tersebut berlaku hingga Januari 2018. Melalui program tersebut, BTN berharap bisa mengalirkan KPR sebesar Rp3 triliun hingga tutup tahun 2017.

Bank dengan kode saham BBTN ini telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah senilai Rp230,2 triliun untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah.

Dari pencapaian tersebut, sebesar 3,08 juta unit atau lebih dari 75% di antaranya mengalir dalam bentuk KPR subsidi. Angka tersebut setara dengan nilai KPR subsidi sebesar Rp110,45 triliun.

Sisanya atau sebesar Rp119,76 triliun didistribusikan dalam bentuk KPR nonsubsidi.

“Selama 41 tahun, kami telah melalui berbagai dinamika politik ekonomi dan mengalami perubahan kebijakan pemerintahan. Namun, kami tetap konsisten mewujudkan akses pembiayaan KPR dengan melakukan transformasi dan sinergi dengan pihak swasta maupun BUMN lain,” kata Maryono.

BTN optimistis hanya dengan sinergi, Program Satu Juta Rumah bisa tercapai dengan bantuan dari pemerintah pusat dan daerah. Hal itu disebabkan, menurut Maryono, industri properti melibatkan banyak stakeholder, dengan multiplier effects yang tinggi.

Gandeng Go-Jek

Selain menggandeng pemerintah pusat dan daerah, BTN merangkul mitra swasta, di antaranya Go-Jek Indonesia, untuk mempercepat pencapaian Program Satu Juta Rumah.

Setidaknya ada 581 aplikasi KPR subsidi dari para driver Go-Jek saat tahap I Go-Jek Serbu BTN dibuka, dengan 397 di antara mereka lulus verifikasi dan bisa mendapatkan rumah impian.

“Nilai KPR-nya hanya Rp51,6 miliar, tetapi sangat berarti bagi mereka. Kami bangga bisa membantu keluarga mendapatkan rumahnya dengan skema yang terjangkau,” kata Maryono.

Kesuksesan Go-Jek Serbu BTN Tahap I mendorong BTN membuka Tahap II di seluruh kota yang menjadi wilayah kerja Go-Jek.

Direktur BTN Mahelan Prabantarikso mengatakan tahun depan KPR akan disalurkan sebesar sekitar Rp70 triliun, dengan perkiraan pertumbuhan 22%.

“Porsi pembiayaan KPR sekitar 75%-85%, konstruksi 12%-13%. Sisanya kredit modal dan investasi,” ujar Mahelan.

Sumber: mediaindonesia.com

 

1228total visits,1visits today

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishBahasa Indonesia