Kesiapan New Normal, Bupati Banyuwangi Keliling Kantor Desa dan Kecamatan

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengecek Kantor Desa dan Kecamatan untuk kesiapan new normal (Foto: Pemkab Banyuwangi)

”New normal bukan pelonggaran, bukan kita kembali ke era sebelum COVID-19 karena itu jelas tidak mungkin. New normal adalah membangun gaya hidup baru yang mengutamakan standar kesehatan untuk menunjang produktivitas, termasuk produktivitas bidang pelayanan publik,” beber Anas.

BANYUWANGI, ASEPNEWS.com – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunjungi sejumlah kantor desa dan kecamatan untuk mengecek kesiapan pelayanan publik di era new normal ke depan. Anas berkeliling ke kantor Desa Genteng Wetan, Desa Tegal Arum, Desa Gumirih, kantor Kecamatan Sempu dan Kecamatan Singojuruh.

Fasilitas untuk penyampaian curhatan/komplain warga di kantor Desa Genteng Wetan (Foto: ASEPNEWS)

Dikutip dari laman banyuwangikab.go.id, Anas memperhatikan kesiapan masing-masing unit pelayanan publik di setiap kantor desa dan kecamatan tersebut untuk menyambut new normal.

”Pelayanan publik tidak boleh seterusnya berhenti. Memang sebagian bisa online, tapi sebagian tetap butuh kehadiran fisik. Secara bertahap kita harus menyiapkan pelayanan publik menyambut era new normal ke depan yang pentahapan-pentahapannya menunggu komando pemerintah pusat,” ujar Anas yang juga Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Selasa (26/5/2020).

Display UMKM hasil produksi warga di kantor Desa Genteng Wetan (Foto: ASEPNEWS)

Anas berdiskusi dengan kepala desa dan camat beserta staf setempat terkait ketersediaan sejumlah alat penunjang kesehatan yang harus ada di setiap unit pelayanan publik.

”Misalnya hand sanitizer dan disinfektan. Kemarin Pemkab Banyuwangi sudah membagikan ribuan liter ke desa dan kecamatan, dan akan ada pembagian tahap dua. Itu untuk menunjang kesiapan new normal pelayanan publik di kantor desa dan kecamatan,” ujarnya.

Dalam penyiapan new normal pelayanan publik, Anas juga mengajak desa/kelurahan dan kecamatan untuk melibatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), misalnya guna memproduksi alat pelindung wajah (face shield) yang akan digunakan oleh para petugas. Selain itu, UMKM bisa dilibatkan untuk menyediakan jamu atau minuman rempah yang bisa dikonsumsi setiap warga yang mengurus dokumen ke tempat pelayanan publik.

Simak Video Kantor Desa Genteng Wetan Konsep Era New Normal:

”Untuk hand sanitizer ke depan, bisa menggandeng SMK untuk produksi dengan bahan tanaman lokal, sehingga lebih murah dari produksi pabrik sekaligus bisa memberdayakan usaha-usaha rumahan yang didampingi SMK dan Dinas Kesehatan atau Puskesmas. Ayo berlomba dalam inovasi,” kata Anas menyemangati jajaran desa dan kecamatan.

Anas menegaskan, new normal pelayanan publik menempatkan kebersihan dan kesehatan sebagai standar utama.

”New normal bukan pelonggaran, bukan kita kembali ke era sebelum COVID-19 karena itu jelas tidak mungkin. New normal adalah membangun gaya hidup baru yang mengutamakan standar kesehatan untuk menunjang produktivitas, termasuk produktivitas bidang pelayanan publik,” beber Anas.

Petugas Desa Genteng Wetan siap melayani warga dengan jalankan protokol kesehatan COVID-19 (Foto: ASEPNEWS)

Dia mencontohkan prosedur new normal pelayanan publik, seperti ruang pelayanan harus didisinfeksi selesai jam kantor. Selain itu, petugas pelayanan diwajibkan membersihkan diri dan berganti pakaian sebelum pulang. Kelengkapan alat penunjang juga wajib dipastikan, seperti pemindai suhu tubuh, sanitasi layak, masker, hingga pelindung diri bagi petugas.

”Intinya, kinerja petugas pelayanan publik tetap prima, tapi sekaligus protokol kesehatan diterapkan agar semuanya terhindar dari penyakit,” pungkas Bupati Banyuwangi.

Reporter : Heri C. Utomo
Editor : Asep Ruslan

283total visits,8visits today

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishBahasa Indonesia