Mayoritas Utang Negara dari Investasi Masyarakat

Utang Negara, Investasi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan 62% dari total pinjaman pemerintah bersumber dari investasi masyarakat dengan membeli surat utang negara melalui berbagai instrumen pasar keuangan. Hal itu, kata dia, yang menjadi salah satu indikator bahwa pengelolaan utang pemerintah tetap secara hati-hati (prudent) dan digunakan secara produktif. “Kami meminjam kepada masyarakat Indonesia sendiri sebesar (porsi) 62%, yang uangnya dikelola bank, melalui reksa dana, surat utang, dan lainnya,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI di kompleks DPR, Jakarta, Senin (4/9).

Sisanya yang sebesar 38%, kata dia, berasal dari investasi nonresiden atau asing. Dari 62% tersebut, urai Sri, investor SBN paling besar ialah perbankan dengan porsi 22%, dengan dana perbankan juga berasal dari dana masyarakat. Selain itu, investasi asuransi sebesar 13%, investasi institusi negara 8%, dan sisanya reksa dana, dana pensiun, dan individu. Dia mengatakan porsi sumber utang dari dalam negeri itu juga akan membantu pendalaman pasar keuangan karena dana masyarakat banyak digunakan untuk pembelian instrumen di pasar.

“Ini juga membuktikan bahwa masyarakat Indonesia memiliki daya beli dan investasi yang tinggi untuk membeli surat utang negara. Oleh sebab itu, tidak perlu ada kekhawatiran,” ujarnya. Adapun posisi hingga 2017, total pinjaman pemerintah sebesar Rp3.780 triliun dengan komposisi mayoritas dari surat berharga negara (SBN) rupiah sebesar 58,4%, SBN valas 22,2%, pinjaman luar negeri 19,3%, dan pinjaman dalam negeri 0,1%. Sri menjamin penarikan utang dikelola secara hati-hati dan penggunaannya untuk hal-hal yang produktif.
“Caranya, kami jaga rasio utang di bawah 30% dari PDB. Meskipun undang-undang memperbolehkan hingga 60% dari PDB, kami jaga dengan angka jauh di bawah itu,” tukas Menkeu.

Sumber: mediaindonesia.com

 

155total visits,1visits today

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishBahasa Indonesia