Menikmati Pesona Pantai Nongsa

Pantai Nongsa, Batam, Travel

Pantai Nongsa – TRIBUNBATAM-ANDRIANI

BAGI warga Batam, sepertinya sudah tidak asing lagi dengan tempat wisata Pantai Nongsa. Pantai ini umumnya ramai dikunjungi saat akhir pekan atau hari libur nasional.

Daya tarik utama pantai ini, adalah keberadaan Pulau Putri, yang merupakan pulau tabal batas antara Batam dan Singapura. Letak pulau ini tidak begitu jauh dari bibir Pantai Nongsa dan bisa ditempuh dengan menggunakan pancong atau perahu kayu bermesin sekitar 10 menit.

Asyiknya lagi, pulau ini memiliki bangunan mercusuar dan hamparan pasir putih yang indah. Di sana ada pula daratan dengan bebatuan dan pepohonan yang hijau.

 

Bersantai baik di Pantai Nongsa dan Pulau Putri, para pengunjung disuguhkan pemandangan berupa kapal-kapal yang lalu lalang di Selat Philips antara Batam-Singapura dan bangunan-bangunan yang menjulang tinggi milik negeri jiran, Singapura.

Pantai Nongsa ini terletak di Kampung Tua, Kecamatan Nongsa. Pantainya terbilang cukup luas. Begitu memasuki areal pantai, pengunjung akan dihadapkan dengan pemandangan pantai dan luat yang jernih dan luas.

Di sana, berbaris pondok-pondok yang bisa disewa oleh para pengunjung. Jika tidak ingin sewa pondok, bisa bersantai di bawah pepohonan rindang.

Untuk masuk ke Pantai Nongsa, pengunjung cukup mengeluarkan Rp5 ribu untuk motor dan Rp10 ribu untuk mobil. Uang masuk ke kawasan wisata ini dihitung per motor dan per mobil, bukan per orang.

Untuk mencapai tempat ini, tidaklah sulit karena di sisi kanan jalan sebelum masuk Pantai Nongsa terdapat plang Makam Nong Isa. Makam ini berada di satu kawasan. Jadi, pengunjung bisa ziarah di Makam Zuriat Nong Isa, tanpa perlu mengeluarkan biaya lain.

Menurut Dahlan, Ketua RT 01 RW 06 Kampung Tua, Nongsa Pantai, pantai ini dikelola masing-masing masyarakat yang punya lahan di sini. Begitu pula dengan kebersihan, ditanggung masing-masing yang mempunyai lahan di sekitar pantai.

Pantai Nongsa juga terbilang cukup bersih, sehingga pengunjung bisa berenang sepuasnya di sana. Tidak hanya air laut yang bersih, hamparan pasirnya juga lumayan putih sehingga anak-anak bisa bermain sepuasnya.

“Untuk penjaga pantai, pengunjung tidak perlu khawatir karena pantai dijaga oleh warga sekitar, sehingga terbilang cukup aman,”kata Dahlan, Kamis (31/8/2017).

Warga tempatan juga menyediakan penyewaan pelampung ban untuk keperluan berenang. Jika hendak ke toilet, dikenakan biaya sebesar Rp 2.000 (buang air kecil) dan Rp 5.000 (mandi).

Untuk menggunakan pondok-pondok yang tersedia di sini, pengunjung memang harus merogoh kantong cukup lumayan karena harga sewanya Rp100 ribu-Rp150 ribu sepuasnya.

Dahlan menjelaskan, iuran uang masuk ke Pantai Nongsa masuk ke kas desa dan akan diperutukan untuk biaya air bersih ATB.

Pengunjung juga bisa menyewa tikar jika ingin duduk di bawah pohon atau di atas pasir. Sambil bersantai bisa memesan air kelapa muda dan membeli makanan yang banyak tersedia di sekitar lokasi.

Di kawasan Pantai Nongsa juga terdapat warung, rumah makan, hingga restoran seafood., sehingga pengunjung bisa menyicipi aneka macam kuliner.

Untuk atraksi atau permainan laut, pengunjung juga bisa mencoba sensasi bermain banana boat di sekitar pantai. (*)

Pesona Pulau Putri dan Asal Muasal Namanya

SAAT berwisata ke Pantai Nongsa, satu hal yang sayang untuk dilewatkan adalah menyebrang ke Pulau Putri yang ada di seberang pantai tersebut. Hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai ke pulau tersebut menggunakan pompong. Ongkos yang harus dibayar adalah Rp 20 ribu per orang pergi dan pulang.

Di Pulau Putri, kamu dapat melihat Singapura lebih jelas. Pulau yang tidak terlalu luas ini tampak asri dan hijau karena dikelilingi berbagai jenis pohon dan dominannya adalah pohon pinus.

Kini, Pulau Putri tengah mengalami beberapa pembenahan yaitu dengan pemasangan tanggul di sekitar pulau.
Dahlan, selaku Ketua RT 01 RW 06 Kampung Tua, Nongsa Pantai, mengungkapkan, pemasangan tanggul ini dilakukan untuk menjaga abrasi atau pengikisan daratan oleh gelombang air laut.

Bagi pengunjung yang tidak mengetahui seluk beluk Pulau Putri, di tempat ini terdapat papan keterangan yang bertuliskan bahwa pulau tersebut termasuk salah satu pulau terluar di Indonesia, dan berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia.

Nah, karena sangat dekat dengan kedua negeri jiran tersebut, tak heran jika jaringan telekomunikasi lokal berubah menjadi roaming internasional dan berganti ke operator milik ke dua negara tersebut.

“Untuk nama Pulau Putri tidak tahu asal usulnya bagaimana. Itu sebutan dari pengunjung saja, jadi sebutannya melekat sampai sekarang padahal nama sebenarnya Pulau Nongsa,” ungkap Dahlan.

Demi kenyamanan dan keamanan pengunjung saat menaiki pompong dari Pantai Nongsa ke Pulau Putri, persatuan pompong di Nongsa secara swadaya bergotong royong untuk membeli life jacket bagi penumpang.
Pantai Nongsa bisa dikatakan buka 24 jam sehingga pengunjung bisa datang kapan saja.

Sumber: tribunnews.com

 

286total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishBahasa Indonesia