NgaDATE “PACU” Strategic Learningnya Paguyuban Asep Dunia (PAD)

NgeDATE (Dialog Aspirasi Terencana Efektif) PACU PAD (Foto: Asep Ruslan)

KABUPATEN GARUT, ASEPNEWS.com – Banyak belajar urusan kematangan dan perjuangan dari cerita Mayjen TNI (Purn) H. Asep Kuswani, M.Si (HAN) atau yang akrab dipanggil Kang Mayjen yang menjadi Ketua Dewan Pembina Paguyuban Asep Dunia (PAD) dan Ketua Persatuan Istri Paguyuban Asep Dunia (PIPAD) ibu Mayjen Asep Kuswan saat berkunjung ke tempat kediaman Dewan Pakar PAD, Asep Chaeruloh (mantan petinggi KPK) di Taman Bahagia Garut Jalan Raya Wanaraja, kabupaten Garut, Sabtu (27/6/2020).

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Ketua PAD DPW Priangan Timur Asep Jaelani, Pengusaha PAD Asep Algaruty dan tuan rumah Owner Taman Bahagia Garut Asep Chaeruloh.

“Setahun sebelumnya kami bertiga yaitu Kang Mayjen, Kang Asep Zaenal Mustofa (Plt. Presiden PAD) dengan saya, telah mendeklarasikan Paguyuban Asep Corporate University (PACU). Photo yang dipakai adalah photo kami berdua di spot tulisan HAPPY sedang berada di PACU,” kata Kang AC, panggilan akrab dari Asep Chaeruloh, kepada Asepnews via telpon terkait PACU, Senin (29/6/2020).

Kang Mayjen bersama Kang AC di Taman Bahagia Garut (Foto: Asep Ruslan)

Menurutnya, PACU merupakan strategic learning PAD untuk memacu organisasi semacam komunitas agar bisa bertahan bahkan berkembang di era Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA), bahkan bukan sekedar re-generating tetapi juga re-inventing.

“Dengan strategic learning, maka berbagai frame work strategi yang kekinian bisa dijalankan dengan baik, komunitas tidak hanya berpikir strategi secara klasikal, adaptive (adaptasi) dan renewal (pembaharuan) namun bisa visionary dan bahkan shaping (membentuk) kalau istilahnya bukan hanya sekedar out of the box tetapi bisa juga nobox, supaya tidak di “tabox” oleh perubahan,” ungkapnya.

Dengan PACU diharapkan semacam PAD bisa jadi percontohan komunitas yang tidak hanya sekedar silaturahmi di internal nama ASEP tetapi bisa berkembang lebih luas ke balad ASEP, keluarga ASEP, Stake holder ASEP, untuk bersama sama mengisi gap kompetensi keunggulan menuju visium Asep dunia.

“Kompetensi keunggulan untuk menjabarkan ASEP (Agama Sosial Ekonomi Pendidikan) kedalam pemastian terintegrasi yang “actionable, inspiratif dan terintegrasi”, untuk menjadikan kenyataan terkait slogan “keur Indonesia”, kontribusi nyata buat Indonesia dari para ASEP dan balad ASEP atau saya sering sebut Kawan Asep (KASEP),” tutur Kang AC.

Indonesia EMAS (Entrepreneur Mentality Art School) di Taman Bahagia Garut (Foto: Asep Ruslan)

Penjelasannya, PACU ini bahkan bisa mewujudkan “keur Indonesia”nya itu bisa bertarap “mendunia”, karena diakomodirnya out of the box bahkan no box lewat kerangka strategis visionary dan shaping. sebagai pelengkap atau apresiasi terhadap pendekatan klasikal, adaptasi bahkan pembaharuan. Dimana semua itu cukup diwakili dengan satu kata yaitu SIMULTAN. Ya! Agar “Keur Indonesia” bisa simultan mendunia bahkan simultan dunia dan akhirat.

“Kerangka strategi visionary dan shaping bisa menampilkan perubahan yang drastis, bahkan mengakar karena out of the box dan no box, hal tersebut biasanya tidak disukai dan ditakuti oleh yang masih business of proxy dan business as ussual, yang biasanya untuk kepentingannya suka menggulirkan ketakutan dengan apa yang disebut dengan “radikalisme” satu kata yang karena ketakutan di “framing” atau dibatasi menjadi sesuatu yang negatif, sehingga perlu re-framing agar kembali netral bahkan bisa didorong menjadi positif, karena tidak mungkin “keur Indonesia yang mendunia” bisa terwujud tanpa ada perubahan yang luar biasa atau drastis, yang dalam KBBI sebagai salah satu terjemahan dari radikal,” ujarnya.

Dengan adanya PACU maka kesenjangan kerangka strategis, kompetensi dan operasionalisasi baik dari para ASEP maupun KASEP bisa diatasi ataupun ditutupi sehingga semuanya bisa seiring dan selangkah atau sinergi mewujudkan cita cita mulia dengan penuh keberkahan dan kebahagiaan atau minim saling curiga, ketakutan dan jauh dari saling menghambat bahkan jauh dari saling meniadakan.

NgeDATE makin asik sambil makan Nasi Liwet Bahagia (Foto: Asep Ruslan)

“NgeDATE (Dialog Aspirasi Terencana Efektif) Sabtu siang di Taman Bahagia ini bukan hanya tentang PACU, namun banyak hal lainnya yang dibicarakan terutama tentang artourismpreneur, karena selain kunjungan Pak Jendral juga sekaligus ada dari pemberdayaan desa (Kang Asep Jaelani), badan pariwisata terkait, Pak Lurah setempat serta pengusaha travel (Kang Asep Algaruty) yang mempunyai harapan bersama untuk terwujudnya model “ARTOURISMPRENEUR Garut Mendunia”. NgeDATE yang semakin asyik dengan sajian LIWET BAHAGIA sebagai ujian bagi pemuda dan pemudi sekitar Taman Bahagia yang gabung di Indonesia EMAS (Entrepreneur Mentality Art School), yang kurang lebih setahun belajar dan berkarya bahagia memasak,” pungkas Kang AC.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishBahasa Indonesia