Resort Green Hill Park Ciwidey Buka Kembali, Siap Lawan Covid-19

Green Hill Park kembali buka dengan penerapan protokol kesehatan (Dok. GHP)

KABUPATEN BANDUNG, ASEPNEWS.com – Setelah empat bulan tutup sesuai himbauan pemerintah terkait pencegahan wabah virus Corona atau Covid-19, Green Hill Park (GHP) sebuah resort alami kawasan obyek wisata di kawasan Bandung Selatan kini dibuka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan lengkap.

“Green Hill Park yang berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Cimanggu sangat alami. Penuh dengan kelebatan pohon hutan khas Jawa Barat seluas 22 ha sangat ideal untuk dikunjungi. Mengapa? Sebab Green Hill Park (1700 mdpl) terletak di pegunungan kaki Gunung Patuha. Udara sejuk suasana alami, padat dengan udara segar. Tentu menyehatkan badan melalui peningkatan imunitas diri,” kata Dr. H. Adjat Sudradjat atau Kang Adjat selaku owner Green Hill Park ketika dihubungi Asepnews, Minggu (21/6/2020).

Lebih lanjut Kang Adjat menjelaskan, “Pernyataan diatas didasari oleh sebuah situs yang menyatakan bahwa hutan di daerah pegunungan yang menyebabkan udara segar dan nyaman merupakan fungsi hutan sebagai fungsi klimatologis. Dimana fungsi klimatologis berarti fungsi hutan sebagai faktor yg dapat mempengaruhi keadaan iklim dan cuaca di bumi termasuk menyediakan oksigen atau sebagai paru-paru dunia (https://brainly.co.id/tugas/22716939).

Bicara meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas), menjadi menarik saat bicara pencegahan wabah pandemi Covid-19. Kang Adjat yang juga dosen luar biasa pada Pasca Sarjana Fahutan IPB bertanya: “kalau demikian layakkah hutan di komplek TWA Cimanggu dsk di Gunung Patuha disebut paru-paru Bandung Raya?

Hutan Green Hill Park di TWA Cimanggu lebat dengan pepohonan, produsen udara bersih sebagai paru-paru Bandung Raya (Dok. Dr. Hikmat Ramdan ITB)

Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Model Gubernur Jabar

Covid-19 termasuk virus yang luar biasa hebatnya. Dia menyerang tak pandang bulu. Tak kenal raja, kepala negara, yang kaya, miskin, menyerang dari mulai anak-anak sampai lansia. Sampai pemerintah menyatakan wabah pandemi yang melanda negeri tercinta adalah Bencana Nasional.

Gara-gara Covid-19 seluruh dunia termasuk di Indonesia panik luar biasa. Tiap hari di media mainstream (TV, koran dan sumber berita resmi), media sosial sejak pertengahan Maret 2020 sampai Juni 2020 berita tentang Covid-19 mendominasi isue-isue unggulan lainnya. Dilibas oleh berita Covid-19.

Kapan akan berakhir, belum ada jawaban yang pasti. Sebab kata pemerintah belum ada obatnya, masih dalam penelitian di berbagai negara yang aktif berikhtiar termasuk di Indonesia.

Yang pasti setiap hari seruan Pemerintah mewajibkan semua pihak termasuk Rakyat Indonesia untuk: (1) memakai masker, (2) selalu cuci tangan, (3) jaga jarak, (4) jangan berkerumun, (5) sehatkan jaga imuntas diri, dan (6) dirumah saja atau berdiam diri di rumah kalau tidak ada kepentingan keluar yang mendesak.

Munculnya istilah Lock-Down namun pemerintah lebih memilih kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disusul dengan kebijakan persiapan menuju New Normal, meski Gubernur Jawa Barat memakai istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Aparat Dengan Pelayanan Prima

Adjat yang mantan Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, mengatakan:

“AKB tersebut di atas, oleh Bupati Kabupaten Bandung melangkah sigap dengan membuka pariwisata (termasuk wisata alam). Tentu dengan persyaratan sangat ketat. Tidak ada ampun semua pelaku usaha pariwisata di Bandung Selatan diperiksa kesiapan protokol kesehatannya. Termasuk untuk Green Hill Park”.

Aparat Pemkab Bandung di Bandung Selatan mulai dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Bandung, Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II, Puskesmas Rancabali, Polsek Ciwidey dan tentu Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 turun ke lapangan. Mereka memeriksa satu demi satu perusahaan pariwisata yang menyatakan siap menerima kunjungan wisatawan. Responnya sangat cepat, tanggap dan teliti memeriksa kesiapan protokol kesehatannya.

Adjat merasa kagum dengan kesigapan aparat di Kab Bandung. Kilahnya “Bila kita lapor kesiapan protokol kesehatan hari ini, besok petugas langsung datang. Saya minta diperiksa ke Disparbud dan Balai Besar KSDA Jabar tanggal 15 Juni 2020, dua tim datang tanggal 16 nya. Langsung mereka keliling dengan sopan penuh keramahan memeriksa segala sesuatu fasilitas mulai dari masker, face shield, APD, tempat cuci tangan dan sabunnya, cairan desinfektan dan alat semprotnya, SOP untuk petugas dan untuk tamu, tanda jaga jarak serta spanduk-spanduk terkait dengan peringatan yang ada dalam protokol kesehatan”.

Tim Disparbud (dipimpin Yoharman kedua dari kiri) dan BB Konservasi Sumber Daya Alam Jabar (Ketua Tim Mufrizal kedua dari kanan) bersama Adjat Sudradjat (tengah depan kemeja putih) di Areal TWA Cimanggu (Dok. GHP)

Selanjutnya Adjat selaku Direksi dari CV. Amanah 19 (Green Hill Park) dibuat terkagum-kagum dengan kedua Tim di atas. Mengapa? Sebab beberapa waktu kemudian berita acara pemeriksaan selesai di tandatangani oleh pemeriksa dan yang diperiksa.

“Luar biasa cepat. Mereka menerapkan pelayanan prima. Proses verifikasi dan pemeriksaan selesai dengan pernyataan dari Kedua Tim bahwa karena sudah lengkap persiapan protokol kesehatannya maka Green Hill Park layak menerima kunjungan para wisatawan” ujarnya.

Pada Rabu (17/6/2020), sehari setelah pemeriksaan dari Disparbud Kabupaten Bandung dan BB KSDA Jabar, datang pemeriksaan Tim dari Puskesmas Rancabali yaitu: Dede Casmita, Asep dan Yusep.

Memeriksa kelengkapan protokol kesehatan secara seksama dan menyatakan bahwa Green Hill Park cukup layak dibuka kembali untuk pengunjung secara terbatas.

“Dan memang Direksi Green Hill Park hanya akan membuka untuk 50% dari kapasitas daya dukungnya,” tegas Adjat.

Tim Puskesmas Rancabali sedang memberi pembinaan tentang protokol kesehatan kepada petugas Green Hill Park (Dok. GHP)

Pemeriksaan Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kecamatan Rancabali

Pada hari Kamis Green Hill Park dikunjungi oleh Ketua Gugus Tugas yang juga Camat Rancabali. Mereka datang bersama anggota Gugus Tugas lainnya (Koramil dan Kasi Trantibum MP)

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kec. Rancabali, Danramil dan Kasi Trantibum dengan Petugas Green Hill Park (Dok. GHP)

Menurut Camat Rancabali Kabupaten Bandung yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 di Kecamatan Rancabali, menyatakan Green Hill Park dapat segera dibuka sebab persyaratan protokol kesehatan sudah lengkap dan baik. Tak ketinggalan Kapolsek Ciwidey-Rancabali setelah dilaporkan owner Green Hill Park dengan segala data dan informasi, langsung berkata: “ Green Hill Park Layak Buka”.

Healing Forest (Terapi Hutan) Sangat Menyehatkan Tubuh

Forest Digest sebuah majalah Rimbawan yang modern menyatakan, bahwa Healing Forest (terapi hutan) tengah menjadi tren dunia sebagai cara baru memulihkan stres, baik fisik maupun mental. Istilah ini dikenalkan oleh Qing Li, Presiden Kelompok Pengobatan dari Hutan di Tokyo, dalam bukunya Shinrin-Yoku: “The Art and Science of Forest Bathing”.

Healing Forest tengah menjadi tren dunia sebagai cara baru memulihkan stres, baik fisik maupun mental.

Dalam penelitian Matther P. White yang dipublikasikan jurnal Scientific Report volume 9 edisi 12 Juni 2019 terbukti bahwa tegakan pohon, ekosistem hutan, dan alam terbuka bisa memulihkan kesehatan fisik dan mental.

White menganalisis kondisi fisik dan kejiwaan hampir 20.000 responden di Inggris. Ia dan timnya menyimpulkan bahwa daya tahan tubuh para responden terhadap serangan virus naik setelah mereka berjalan di alam terbuka, di taman, atau pantai selama 120 menit hingga 300 menit.

Kembali ke alam hirup udara bersih dan sehat (Dok. GHP)

Penelitian White mempopulerkan istilah “Forest Bathing” yang diserap dari istilah Jepang “shinrin-yoku”. Istilah ini dikenalkan oleh Qing Li, Presiden Kelompok Pengobatan dari Hutan di Tokyo, dalam bukunya Shinrin-Yoku: The Art and Science of Forest Bathing. Menurut dia berjalan di bawah hutan dan menjumpai kehijauan alam adalah faktor penting dalam memerangi penyakit di tubuh dan pikiran.

Setiap hari, Qing berjalan-jalan di taman kota di dekat Nippon Medical School di Tokyo. Dalam sebulan Li menghabiskan tiga hari berjalan di hutan alam Jepang yang sebenarnya. Dalam buku yang terbit pada 2018 itu, Li membuat panduan “mandi hutan”.

Menghirup udara segar di alam terbuka hijau, ternyata bisa membantu penyembuhan seseorang yang sedang sakit. Dokter Valerie Gladwell dari University of Essex mengatakan, kegiatan di udara terbuka yang bersih terbukti dapat meningkatkan kesehatan. Valerie mengungkapkan, dalam penelitian tahun 2010, ditemukan bahwa hanya 5 menit per hari berada di alam terbuka sudah dapat meningkatkan suasana hati dan harga diri.

Manfaat Udara Segar Bagi Tubuh Manusia

Dikutip dari Kompas.com (11/08/2014), penelitian ilmiah membuktikan banyak manfaat udara segar bagi tubuh manusia, yaitu:

1. Meningkatkan sistem imun.
Sering-seringlah berada di lingkungan dengan udara bersih, terlebih jika Anda tinggal di daerah perkotaan yang padat. Berolahraga di udara yang bersih juga akan meningkatkan sel pembunuh kuman alami dalam tubuh.

2. Mengusir stres
Berjalan-jalan di bawah rindangnya pepohonan dan menghirup wanginya bunga bukan hanya membuat kita bahagia tapi juga meningkatkan rasa relaks. Berjalan di udara bersih juga akan membuat kita lebih tenang dan rasa cemas berkurang.

3. Meningkatkan energi
Salah satu cara untuk membuat tubuh lebih berenergi dengan sehat adalah menghabiskan waktu di udara terbuka yang bersih. Aktivitas tersebut diketahui meningkatkan energi hingga 90 persen. Alam adalah energi untuk jiwa.

Hutan di Green Hill Park sangat ideal untuk Forest Bathing (Dok. GHP)

Laporan lain tentang forest bathing adalah cara untuk menghilangkan penat, letih, dan stres dengan cara berjalan menyusuri hutan secara perlahan serta menghirup udara bersih dan segar di tengah-tengah kesunyian hutan. Cara tersebut dikenal dengan istilah forest bathing atau mandi hutan. Kegiatan ini mempunyai efek bisa mengurangi stres (http://gayahidup.dreamers.id/article/74415/kenalan-dengan-arti-dan-manfaat-forest-bathing-yang-sedang-jadi-tren-ampuh-usir-penat).

1. Tingkatkan Kekebalan Tubuh
Salah satu manfaat dari forest bathing adalah mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anda. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa menghabiskan waktu di alam terbuka dapat secara signifikan meningkatkan aktivitas sel darah putih yang dapat membantu melawan sel-sel virus dan tumor.

2 Tingkatkan Kesehatan Sistem Saraf
Efek positif yang lain dari forest bathing adalah pada kesehatan sistem saraf. Jika kesehatan sistem saraf baik, maka detak jantung dan tekanan darah dapat menjadi stabil. Nah, ‘forest bathing’ melakukan hal itu dengan menyeimbangkan sistem saraf.

3.Turunkan Tekanan Darah
Forest bathing dapat membuat tekanan darah tinggi menjadi terkendali. Peneliti menunjukkan bahwa lingkungan hutan dapat menurunkan hormon stres, serta memberikan efek relaksasi secara keseluruhan. Berjalan di lingkungan hutan juga dapat memberikan efek positif pada masalah jantung.

4. Kurangi Stres
Pohon diketahui memiliki kandungan udara dengan senyawa yang memiliki efek sangat positif bagi manusia. Senyawa ini dikenal dengan phytoncides yang sebenarnya menurunkan kadar hormon stres, baik untuk pria maupun wanita. Nah, untuk mendapatkan phytoncides, anda harus menghirup udara hutan yang segar.

6. Tingkatkan Fungsi Kognitif
Dengan menghabiskan lebih banyak waktu di alam, anda dapat meningkatkan kreativitas. Hal itu terjadi karena anda mematikan perangkat elektronik dan melepaskan diri dari dunia yang penuh dengan tekanan.

Anak TK dan SD melakukan forest bathing juga diisi dengan program bela negara (Dok. GHP)

Prof. T.M. Das University of Calcutta, mengatakan bahwa sebuah pohon yang berusia 50 tahun bernilai: (1) penghasil oxigen $ 31,250.(2) Kontrol polusi udara $ 62,000. (3) Kontrol hydroorologis $ 31.250. Luar biasa hutan sebagai produsen udara bersih yang melimpah.

Timbul istilah paru-paru dunia untuk Amazon juga termasuk hutan tropis paling luas di dunia, dan memiliki dua nama lain, yaitu “paru-paru dunia” karena menghasilkan 30% dari seluruh oksigen di Bumi (https://id.wikipedia.org/wiki/Hutan_Amazon).

Anda ingin sehat? Butuh imunitas, hilangkan stres, dan badan menjadi lebih sehat, mari berkunjung ke Green Hill Park “Back To Nature & Forest Bathing” di Ciwidey wilayah Bandung Selatan. Sebab udara bersih sangat melimpah ruah di Green Hill Park untuk Melawan Covid-19.

Info & Reservasi Green Hill Park: Hp. 0812-9000-0915 – greenhill-ciwidey.co.id

Reporter: Putri Ulya
Editor: Asep Ruslan

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

© ASEP NEWS
EnglishBahasa Indonesia