Warga Miskin Tak Bisa Berobat Gunakan BPJS Butuh Sentuhan Para Dermawan

Nanang 9 bulan terbaring lemah tak berdaya akibat sakit yang dideritanya (Foto: Istimewa)

Semoga berita ini dapat menyentuh hati para dermawan, dan membuka mata pihak-pihak yang terkait.

KABUPATEN BANDUNG BARAT, ASEPNEWS.com – Nanang (38) warga Kampung Citangkil RT.002 RW.006, Desa Margaluyu, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu potret keluarga miskin di Indonesia yang sakit dan tidak bisa berobat melalui BPJS akibat adanya tunggakan, kini kondisinya terbaring lemah tak berdaya selama 9 bulan.

Nanang bukan hanya sekedar sakit fisik, kondisi ekonominya pun sangat memprihatinkan butuh sentuhan para dermawan.

Dikutip dari Bangbara.com, Nanang tidak bisa menjalani pengobatan melalui BPJS karena mempunyai tunggakan untuk 5 angota keluarganya (Istri dan 3 orang anak) selama 5 bulan yang berjumlah Rp2.500.000.

Kartu Keluarga Nanang (Foto: Istimewa)

Kondisi ini diceritakan langsung oleh H. Koswara Suzaenal, SP, selaku Anggota Komisi I Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) KBB dari Fraksi Partai Demokrat kepada Bangbara saat mendapati langsung kondisi Nanang melalui keluarganya ini, sehingga turut prihatin terkait yang dialami Nanang dan keluarganya.

“Saya secara pribadi merasa sedih karena masih ada warga yang kondisinya seperti beliau (Nanang) yang belum mendapatkan perhatian atau sentuhan dari Pemerintah atau pihak terkait”, ujarnya saat dihubungi Bangbara, Senin, (25/05/2020).

Berdasarkan informasi, Nanang adalah seorang pekerja buruh harian lepas. Pernah terjatuh dari ketinggian saat dirinya sedang bekerja, sehingga hingga kini terdapat cedera serius pada kakinya, sehingga tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

KTP Nanang (Foto: Istimewa)

Dengan kondisi ini, sehingga perlu perawatan. Untuk bantuan dari pemerintah, menurut keluarganya hanya sekali pernah menerima bantuan sembako dari Bupati pada saat bulan puasa kemarin, selain itu belum pernah mendapatkan bantuan lainnya dari Pemerintah.

“Saya dapatkan cerita ini dari Adik istrinya Nanang yang langsung menghubungi saya, sehingga secepatnya hal ini harus ditangani oleh pihak-pihak berwenang agar keluarga Nanang tetap bertahan hidup. Karena yang mencari nafkahnya sudah tidak berdaya” terangnya.

Menurut Haji Koswara panggilan akrab Anggota DPRD ini, secara lembaga dirinya merasa ikut bertanggung jawab melalui moral, bagaimana caranya agar warga tersebut bisa sembuh, minimal terbantu beban fisik dan ekonominya.

Pihaknya (Haji Koswara) merasa ikut menyampaikan hal ini kepada pihak pemerintahan maupun yang berhak menangani Nanang dengan kondisi tidak berdaya tanpa ekonomi yang cukup, serta tanggungan kesehatan.

“Perlu diupayakan agar keadaannya ditangani secara serius, terutama dari beban hidupnya, dan kesehatannya. Dalam pemerintahan sudah ada Tugas, Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Dinas terkait yakni Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang bisa menangani secara teknisnya. Semoga bisa menjadi perhatian Bupati juga”, pungkasnya.

Rumah Nanang Bocor dan hampir roboh (Foto: Istimewa)

Kondisi ini membuat keprihatinan banyak pihak. Selain dari sakit dan ekonomi yang di derita Nanang, nampak juga tempat tinggalnya yang hampir roboh dengan atap rumah hampir semua bocor saat hujan datang.

Semoga berita ini dapat menyentuh hati para dermawan, dan membuka mata pihak-pihak yang terkait.

Reporter : Asep Erwin
Editor : Asep Ruslan

346total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishBahasa Indonesia