Kepala Disperindag Jabar Ingin LIK Jadi Lokasi Wisata Engineering

Dedi Wiyono, H. Asep Ruslan, M. Arifin Soedjayana dan H. Zeky Zamzam (Foto: Asep Ruslan)

Forum CSR LIK Kota Bandung

KOTA BANDUNG – Pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Provinsi Jawa Barat, dinilai menjadi peluang tersendiri bagi pengembangan pariwisata dengan membangun Wisata Engineering.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat (Disperindag Jabar) Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan, ingin membangun Wisata Engineering yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan di Jawa Barat. Hal tersebut terungkap pada saat pertemuan dengan Pengurus Forum CSR LIK Kota Bandung Periode 2020-2025 di ruang kerjanya Jl. Asia Afrika No. 146 Kota Bandung, Jumat (25/9/2020).

Hadir dalam pertemuan tersebut dari pengurus Forum CSR LIK Kota Bandung, Ketua H. Zeky Zamzam, Wakil Ketua Dedi Wiyono dan Sekrtetaris H. Asep Ruslan.

Kepala Disperindag Jabar, M. Arifin Soedjayana (Foto: Asep Ruslan)

Pengembangan Lingkungan Industri Kecil (LIK) yang keberadaanya berada di bawah Disperindag Jabar, bila dijadikan wisata engineer yang menyajikan wawasan dan pengetahuan di bidang teknologi dan produk engineering akan memberikan nilai positif bagi Jawa Barat. 

“Akan menarik bila LIK dikembangkan menjadi lokasi wisata engineering, karena LIK adalah kawasan industri dan ini berbeda dengan industri pariwisata lainnya,” kata Kepala Disperindag Jabar, M. Arifin Soedjayana, Jumat (25/9/2020).

Namun, dirinya menilai keterbukaan akses dari para pelaku industri di LIK masih menjadi persoalan tersendiri, melalui Forum CSR LIK Kota Bandung perlu dibangun komunikasi yang baik.

“Semoga dengan adanya Forum CSR LIK Kota Bandung akan menjadi wadah yang dapat menjembatani para pengusaha dan pemerintah,” ujarnya.

Dirinya kurang resfek dengan posisi lingkungan LIK yang masih kurang teroptimalkan.

“Saya kurang resfek dengan posisi lingkungan disana yang masih kurang teroptimalkan. Kenapa saya bilang seperti itu, manakala banjir kebanjiran, juga tidak ada penataan yang bagus, juga kekompakan dan gotong royong yang kelihatannya kurang. Saya waktu itu meminta tolong dikonsolidasi, bukan hanya teman-teman yang ada di situ bayar restribusi kemudian bahwa itu saya sudah menunaikan kewajinannya tapi kemudian juga tidak ada kepeduliannya. Kalau saya sebelum keluar kenapa tidak di dalam dulu,” ungkap Arifin.

Menurutnya, stimulan pemerintah tidak bisa sekaligus. Dirinya memaksakan waktu itu bagaimana anggaran bisa ada untuk penataan, perbaikan jalan dengan kantor di LIK dan akhirnya sudah terwujud.

“Saya sih berharap setelah itu bisa ditindak lanjuti oleh temen teman untuk berkomunikasi dan kemudian bagaimana menata lingkungan yang ada di dalam itu bersama-sama. Kalau ada dana CSR dari manapun bisa juga dilakukan disitu,” terangnya.

Kepala Disperindag Jabar telah menghitung, sewa tempat di luar dengan tempat fasilitas pemerintah pasti akan lebih mahal, jadi pasti ada keuntungan, pasti ada juga kelebihan dari teman-teman pengusaha yang ada disitu. Kenapa itu tidak dimanfaatkan.

“Sok atuh ada informasi tentang produk apa saja yang ada di LIK, suruh sekarang kerjasama advokasi dengan sekolah-sekolah. Saya ingin ada wisata engineering di situ, wisata terkait industri logam. Itu kan bisa dilakukan. CSR nya bisa dari PT. Telkom atau dari perusahaan mana saja bisa diwujudkan disana. Saya tidak mau yang muluk-muluk dan bagus-bagus, yang penting ada wujudnya,” katanya.

Diskusi Forum CSR dengan Kepala Disperindag Jabar (Foto: Asep Ruslan)

“Saya sampai sekarang geregeteun, kalau saya sebagai Kepala UPTD nya tidak mungkin seperti itu. Akan saya coba, tapi mungkin ini kurang komunikasi atau teman-teman pengusaha kurang memberi masukan dengan pihak UPTD nya, jadi dua-duanya yang salah,” tambahnya.

Dengan adanya Forum CSR LIK Kota Bandung, Kepala Disperindag Jabar berharap tempat itu bisa lebih berdaya dan memberikan manfaat yang optimal.

“Saya inginnya dengan adanya Forum CSR LIK Kota Bandung ini, silahkan berdayakan tempat itu, kolaborasikan dengan Kecamatan Panyileukan dan berbagai institusi terkait lainnya untuk memberdayakan LIK lebih bagus dan lebih profesional lagi. Silahkan wujudkan Wisata Engineering. Terkait pagar pembatas kecamatan dengan LIK bisa dibuka agar lebih luas dan lebih nyaman dalam penataan bersama, bicarakan dengan Ibu Camat Panyileukan, progresnya Forum CSR laporkan langsung pada saya. Coba keluar dari kebiasaan yang menjadikan LIK menjadi sesuatu yang lebih dari sekarang,” pungkasnya.

Di akhir pertemuan, Ketua Forum CSR LIK Kota Bandung H. Zeky Zamzam melaporkan dan memperlihatkan master plan rencana revitalisasi kawasan LIK sebagaimana yang diharapkan oleh Kepala Disperindag Jabar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishBahasa Indonesia