Sabar & Syukur Hadapi Ujian Pandemi COVID-19

Sabar dan syukur sifat yang harus dimiliki seorang mukmin (Foto: Ilustrasi/Asep Ruslan)

Khutbah Jumat

KOTA BANDUNG – Salah satu modal penting bagi setiap manusia dalam menghadapi ujian seperti halnya pandemi virus Corona atau Covid-19 adalah Sabar dan Syukur. Sehingga aktivitas harian kita akan terhitung sebagai ibadah kepada Allah SWT lantaran kita menerima keadaan.

Berikut disampaikan khutbah Jumat dengan tajuk “Sabar dan Syukur Hadapi Ujian Pandemi Covid-19” oleh Ustadz H. Asep Ruslan, Ketua Yayasan Rahmat Lil Alamin & Pembina Pesantren Tahfidz Quran Rahmat Lil Alamin Purwakarta, di Masjid Al Muhajir Komplek Perumahan Bumi Panyileukan Kota Bandung, Jumat (16/10/2020).

Stop Virus Corona atau Covid-19 (Foto: Ilustrasi/Asep Ruslan)

Ma’aasyiral muslimin rahimakumullah

Marilah kita bertakwa kepada Allah SWT sesuai kemampuan kita masing-masing secara maksimal, karena meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT hukumya wajib tanpa ada toleransi.

Hidup di tengah hiruk pikuknya zaman now membuat kita terasa lelah. Tapi tidak pernah bisa dihindari. Bagi orang beriman, apa pun yang terjadi di dunia ini merupakan bagian dari amal ibadahnya selama niatnya lurus dan benar.

Ujian yang menimpanya, jika ia terima dengan sabar dan penuh harap kepada Allah, maka kesabaran itu lebih baik lagi. Ia tidak perlu bersedih hati atas semua ujian yang diterimanya. Sebab itu artinya Allah SWT sedang menunjukkan rasa cinta-Nya kepada si hamba.

Malah, bila ia beri kenikmatan, maka sikap terbaik yang harus dimiliki oleh seorang mukmin adalah mensyukuri semua nikmat itu, dan yang demikian itu lebih baik.

Sabar ketika diuji dan syukur ketika diberi kenikmatan adalah 2 sifat yang harus ada dalam diri orang yang beriman. Sabar dan syukur adalah dua sifat mulia, di mana sabar dan syukur tidak pernah dimiliki oleh manusia-manusia selain orang yang beriman.

Rasulullah SAW bersabda :

Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan RA dia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya semua perkara yang menimpanya adalah kebaikan baginya dan tidaklah hal ini terjadi kecuali pada diri seorang mukmin. Jika dia mendapat kebahagiaan, dia bersyukur, maka hal ini adalah baik baginya. Dan jika tertimpa musibah (bencana) dia bersabar, maka itu juga baik baginya.” (HR. Muslim No.2999).

Hadits yang agung ini memberikan penjelasan bahwa sifat utama orang yang beriman : pertama, ketika mendapatkan kebahagiaan maka ia bersyukur, dan kedua, jika mendapatkan musibah (bencana) ia bersabar.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS Surat Ibrahim Ayat 7).

Makna syukur yang proporsional ada 2 :

  1. Menjaga dengan sebaik-baiknya kenikmatan tersebut.
  2. Memanfaatkan anugerah tersebut dengan sebaik-baiknya untuk sesuatu yang bermanfaat.

Pertama, menjaga dengan sebaik-baiknya kenikmatan tersebut.

Dalam kondisi Adaptasi Kebiasaan Baru akibat Covid-19, makna menjaga di sini adalah bagaimana upaya kita semua untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mari terus biasakan diri dengan menerapkan protokol kesehatan yang benar dengan menerapkan 3M, yakni memakai masker apabila keluar rumah, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun secara berkala.  

Jangan Kendor! Disiplin Pakai Masker (Foto: Asep Ruslan)
Ingat Pesan Ibu! Jangan Lupa Pakai Masker (Foto: Asep Ruslan)

Stay at home (tidak keluar rumah apabila tidak ada kepentingan mendesak) sebagaimana anjuran pemerintah, agar virus Covid-19 ini tidak mudah menyebar ke setiap orang.

Menjaga imunitas anti body diri kita dengan mengkonsumsi makanan sehat halalan thayyiban, yang bermanfaat bagi peningkatan imun tubuh kita dan keluarga kita.

Juga tidak kalah pentingnya adalah usaha batin, yaitu banyak berdzikir, bermunajat, bertafakur dan terus berdoa kepada Allah SWT agar diselamatkan dari musibah dan memohon kepada Allah SWT agar bencana pandemi Covid-19 segera berakhir.

Kedua, memanfaatkan anugerah tersebut dengan sebaik-baiknya untuk sesuatu yang bermanfaat.

Khususnya dalam hal ini, menjaga hubungan baik sesama anggota keluarga di masa social distancing ini. Mungkin selama ini silaturahmi atau hubungan keluarga kita kurang berkualitas.

Demikian juga soal pendidikan dalam keluarga. Perlu diciptakan dan ditingkatkan, sehingga orangtua benar-benar terlibat sebagai transfer ilmu dan akhlak kepada putra dan putrinya.

Mereka harus lebih diperkuat nilai akidahnya, sehingga bisa semakin mendekatkan anggota keluarga untuk bertakwa dengan taat beribadah serta berdoa selalu dalam setiap keadaan kepada Allah SWT.

Ma’aasyiral muslimin rahimakumullah

Jadi sifat utama seorang Mukmin ketika menghadapi musibah adalah bersabar. Pandemi Covid-19 yang sekarang melanda dunia merupakan ujian dari Allah SWT.

Maka sabar dalam hal ini adalah dengan diiringi ikhtiar dan tawakal. Sabar bukan berarti tanpa ikhitiar. Sikap sabar bukanlah sikap pasif tidak berbuat apa-apa. Atau bahkan menerjang keadaan yang tidak baik.

Sabar itu Responsif penuh perhitungan, artinya tetap berikhitiar maksimal terhadap keadaan yang ada. Dari sikap sabar inilah diharapkan kita dapat bangkit untuk menjadi lebih baik lagi.

Allah SWT sangat mengapresiasi orang-orang yang sabar :

“Katakanlah (Muhammad), Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu. Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan Bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar 39: Ayat 10).

“Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang dan bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 46).

“Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.” (QS. An-Nahl ayat 127).

Sabar itu proaktif menyikapi keadaan. Tidak kemudian menjadikan murung dan bersedih hati yang berkepanjangan. Atau justru melakukan tindakan yang kontra produktif.

Insya Allah sabar dan syukur dalam menghadapi ujian saat pandemi Covid-19 adalah modal terbaik bagi kita semua. Sabar dan syukur adalah sifat yang harus dimiliki seorang mukmin, dan dengan modal sabar dan syukur tersebut,  Allah SWT akan memasukkan kita kedalam surga-Nya. Aamiin.

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu. Jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal” (QS Ali Imran ayat 160).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishBahasa Indonesia