Kisah Seorang Prajurit Buku perjalanan hidup Sang Jenderal Asep Kuswani (Foto: PAD)

The Story of a Soldier, Pesan Moral Sang Jenderal Asep Kuswani Untuk Anak Bangsa

Ketua Dewan Pembina PAD

KABUPATEN GARUT – Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai Allah SWT kepekaan untuk mengamalkan aneka pernik peluang kebaikan yang diperlihatkan Allah SWT kepadanya. Beruntung pula orang yang dititipi Allah SWT aneka potensi kelebihan olehNya, dan dikaruniakan pula kesanggupan memanfaatkannya untuk sebanyak-banyaknya umat manusia. Karena derajat kemuliaan seseorang dapat dilihat dari sejauhmana dirinya punya nilai manfaat bagi orang lain.

Ketua Dewan Pembina Paguyuban Asep Dunia (PAD) Mayjen TNI (Purn) H. Asep Kuswani, SH, M.Si (HAN) meluncurkan bukunya yang berjudul The Story of a Soldier” bertempat di Sif Van Java, Bumi Caffee di bilangan Jalan Raya Cimanuk Jayaraga Garut, Jawa Barat, Sabtu (6/2/2021) siang.

Diskusi peluncuran buku The Story of a Soldier (Foto: PAD)

Acara yang dimulai sejak 15.30 sd. 17.30 Wib tersebut juga digelar diskusi terkait peluncuran buku tersebut dengan moderator Pimpinan Sif Van Java, Irvan, yang berlangsung khidmat.

“Buku ini saya tulis dalam situasi pandemi Covid-19 selama 63 hari, sesuai dengan usia saya di tanggal 6 Februari 2021 genap 63 tahun, sebagai tanda syukur saya kepada Allah SWT yang telah memberikan rejeki yang tiada terhingga,” kata Mayjen TNI (Purn) H. Asep Kuswani atau Sang Jenderal, mantan Staf Ahli Panglima TNI Bidang Bantuan Kemanusiaan ini menjelaskan dasar penulisan buku tersebut.

Penyerahan hadiah lukisan Sang Jenderal dari Asep Chaeruloh (Foto: PAD)

Menurut Sang Jenderal, Buku ini mengisahkan perjalanan seorang anak bangsa yang berjuang sebagai Prajurit dalam penugasannya banyak menghadapi tantangan, khususnya sebagai prajurit yang bertahun-tahun bertugas didaerah operasi militer selalu turun dalam medan tempur, bertarung dengan penghianat bangsa, serta pahit getir dialaminya, bahkan ancaman jiwa melayang.

“Usai bertarung bukan bintang penghargaan yang didapat, tapi dihadapkan kepengadilan HAM akibat tuduhan dan fitnah dari jaringan jaringan tertentu baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun semua itu dihadapi dengan sabar dan keyakinan kepada Tuhan yang maha kuasa, pada akhirnya bisa dilalui dengan baik sampai akhir dinas,” tutur Sang Jenderal.

Acara berlangsung seru dan semarak dengan kehadiran beberapa Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Paguyuban Asep Dunia (DPP PAD) Periode 2020-2025, Asep Jaelani (Wakil Ketua Umum), Asep Chaeruloh (Kepala Departemen Pendidikan), Pengurus DPW dan Penguruh DPD PAD.

Sang Jenderal bersama Asep Jaelani Wakil Ketua Umum PAD (Foto: PAD)

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan tiup lilin dan potong kue HUT Ke-63 Sang Jenderal bersama keluarga, dan ramah tamah diiringi Band Bumi Sif Van Java.

Potong kue Hut ke-63 Sang Jenderal bersama keluarga (Foto: PAD)

Kisah perjalanan hidup Sang Jenderal yang tertuang dalam buku The Story of a Soldier yang sangat aktif di berbagai organisasi ini seperti Ketua Dewan Pembina Paguyuban Asep Dunia (PAD), Komunitas Historia Indonesia (KHI), Seniman Jalanan Indonesia, Perempuan Merah Putih, Pusat Kajian Strategis Pertahanan dan Keamanan Nasional, Pembina di berbagai media online seperti Sinarpaginews.com, Asepnews.com, dan Media Independen Online Indonesia (MIO). Ini merupakan teladan bagi kita semua bahwa Kerja keras, Konsistensi, Kesabaran dan Ketakwaan adalah kunci dalam hidup agar dalam perjalanannya mencapai hasil yang optimal.

“Ingatlah, hidup hanya sekali dan sebentar saja, sudah sepantasnya kita senantiasa memaksimalkan nilai manfaat diri ini, yakni menjadi seperti yang disabdakan Nabi SAW, sebagai khairunnas. Sebaik-baik manusia diantaramu adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain,” pungkas Sang Jenderal menyitir Sabda Rasulullah SAW.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishBahasa Indonesia